DaerahNews

Karhutla Gunung Latimojong Membara 7 Hari, Asap Selimuti Jalur Pendakian

Raden Arjuna
×

Karhutla Gunung Latimojong Membara 7 Hari, Asap Selimuti Jalur Pendakian

Sebarkan artikel ini
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang (Foto: Ist)
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang (Foto: Ist)

Rapormerah.com – Suasana di kawasan Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih mencekam.

Kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak kunjung padam selama sepekan terakhir dan kian menjalar ke berbagai titik jalur pendakian.

Hingga Minggu (18/10/2026), asap pekat masih membumbung tinggi membendung pandangan mata di kawasan pegunungan tersebut.

Pemandu wisata (tour guide) Gunung Latimojong, Sunardi, mengungkapkan bahwa kobaran api sudah merembet tajam ke sisi kiri dan kanan jalur utama pendakian.

“Api menyala sudah memasuki hari ketujuh dan menyebar ke sisi kiri serta kanan jalur. Asap tebal terlihat membumbung tinggi di lokasi ini,” ujar Sunardi kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).

Menurut Sunardi, titik awal munculnya kembali kobaran api terpantau di jalur merah via Dusun Angin-angin.

BACA JUGA :  Awalnya Hanya 10 Are, Kebakaran Gunung Nona Enrekang Meluas Jadi 10 Hektare

Pergerakan api kemudian terus meluas dan melalap area di sekitar Pos 4, Pos 5, hingga Pos 6.

“Lokasi kebakaran yang kondisinya paling parah saat ini berada di Pos 5 jalur merah via Dusun Angin-angin,” terangnya.

Melihat kondisi vegetasi hutan yang mengering akibat kemarau panjang, warga setempat sepakat menolak pembukaan kembali akses pendakian demi keselamatan bersama.

Jalur ini sebenarnya telah ditutup sejak peristiwa kebakaran pertama di Puncak Pentialloan pada pertengahan Agustus lalu.

“Akhir Agustus lalu jalur resmi ditutup setelah terjadi kebakaran pertama di Puncak Pentialloan pada ketinggian 2.650 MDPL via jalur Angin-angin. Warga menolak jalur pendakian dibuka kembali karena selain masih ada titik api, kondisi hutan juga sangat kering,” beber Sunardi.

BACA JUGA :  Awalnya Hanya 10 Are, Kebakaran Gunung Nona Enrekang Meluas Jadi 10 Hektare

Pemerintah setempat merespons cepat kekhawatiran warga tersebut.

Camat Buntu Batu, Jasmin, menegaskan bahwa penutupan jalur pendakian Gunung Latimojong dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Iya, jalur ditutup sementara. Saya menyarankan penutupan ini sejak 18 Agustus lalu karena kebakaran sudah berulang kali terjadi, termasuk yang saat itu membakar area sekitar Pos 3,” kata Jasmin.

Jasmin menambahkan, beberapa titik kebakaran sempat merembet ke kawasan hutan di dekat pemukiman warga, meski lokasinya masih terpisah jarak sekitar 10 kilometer dari perkampungan.

Oleh karena itu, keselamatan para pendaki menjadi pertimbangan utama mengapa jalur belum akan dibuka dalam waktu dekat.

“Kebakaran sudah beberapa kali terjadi, bahkan ada yang di sekitar kampung, walau lokasinya jauh dari puncak Latimojong. Jalur tidak akan dibuka selama belum masuk musim hujan karena sangat rawan jika tetap dipaksakan saat kemarau. Sampai sekarang masih ditutup, kami melihat perkembangan situasi terlebih dahulu,” tegasnya.

BACA JUGA :  Awalnya Hanya 10 Are, Kebakaran Gunung Nona Enrekang Meluas Jadi 10 Hektare

Seperti diketahui, pkarhutla juga sempat melanda area Gunung Latimojong di kawasan Buntu Bela, Dusun Karuaja, Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu pada Selasa (18/8/2026) siang.

Ancaman kemarau panjang dan potensi kebakaran susulan membuat seluruh pihak kini memilih bersiaga penuh.

Kendati demikian, pihak berwenang bersama warga setempat terus mengimbau para pendaki dan masyarakat luas untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas pendakian demi menghindari risiko keselamatan hingga situasi benar-benar aman.

Editor : Raden