Rapormerah.com – Kepolisian Resor (Polres) Luwu mengungkap aktor utama di balik aksi teror pelemparan bom molotov ke rumah Kepala Desa Padang Kalua, Umi, di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Dari hasil penyelidikan, aksi anarkis tersebut diketahui digerakkan oleh seorang kepala dusun berinisial IR.
Sebanyak enam orang terduga pelaku telah diamankan aparat kepolisian.
Para pelaku masing-masing berinisial IR (41), MA (18), MR (17), MF (15), AF (19), dan AS (15).
Seluruhnya ditangkap di Dusun Campae, Desa Tanarigella, Kecamatan Bua, pada Sabtu malam (31/1/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.
Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung, mengatakan dari hasil pemeriksaan awal, IR mengakui perannya sebagai penggerak utama dalam penyerangan tersebut.
Yakobus memimpin langsung rombongan menuju Desa Padang Kalua bersama sejumlah pemuda.
“Rombongan bergerak sambil berteriak, menyalakan petasan, dan sebagian membawa senjata tajam seperti busur serta parang,” ungkap Yakobus kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).
Dalam aksi tersebut, pelaku berinisial MA diketahui membawa bom molotov yang kemudian dilempar ke rumah kepala desa.
Selain molotov, sejumlah pelaku lainnya berperan melempar batu ke arah bangunan rumah.
Menurut kepolisian, penyerangan itu dipicu motif balas dendam. Para pelaku merasa tersulut emosi setelah mengetahui rekan mereka menjadi korban pembusuran dalam peristiwa tawuran sebelumnya.
Meski sempat berupaya memancing pemuda Desa Padang Kalua untuk bentrok, ajakan tersebut tidak mendapat respons.
“Karena tidak ada perlawanan, sasaran akhirnya dialihkan ke rumah kepala desa,” jelas Yakobus.
Aksi teror itu terjadi pada Sabtu dini hari (31/1/2026) sekitar pukul 03.30 Wita.
Akibat serangan tersebut, kaca jendela rumah kades pecah dan bagian teras sempat terbakar akibat lemparan bom molotov.
Umi, selaku pemilik rumah, mengatakan api berhasil dipadamkan dengan cepat oleh warga sekitar sehingga tidak menimbulkan kebakaran yang lebih luas.
“Depan rumah sempat terbakar, tapi cepat dimatikan oleh anak-anak tetangga,” ujarnya.
Polisi menegaskan motif utama penyerangan adalah aksi balas dendam, terlebih para pelaku telah mengetahui sebelumnya bahwa terduga pelaku pembusuran rekan mereka telah diamankan aparat kepolisian.
Editor : Raden













