Rapormerah.com – Persiapan kontingen Kabupaten Jeneponto menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 terancam berantakan.
Sejumlah cabang olahraga (cabor) kini menjerit lantaran terpaksa membiayai pemusatan latihan (training center/TC) menggunakan dana pribadi, meski anggaran hibah ratusan juta rupiah telah dicairkan oleh pemerintah daerah.
Pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jeneponto memastikan bahwa dana sebesar Rp590 juta telah masuk ke rekening Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jeneponto.
”Kami dari Dispora sudah cairkan Rp590 juta untuk dana KONI. Anggaran itu langsung masuk ke rekening KONI,” ungkap salah satu ASN Dispora Jeneponto yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (10/10/2026).
Realita di lapangan justru berbanding terbalik. Minimnya kucuran dana yang diterima cabor memicu gejolak.
Aktivis anti-korupsi dari Young Celebes Corruption Foundation (YCC), Irham Tanribali, mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan oknum pengurus KONI yang bertindak di luar wewenang resmi dalam mengatur alokasi dana tersebut.
”Kami menemukan ada oknum pengurus KONI yang bukan bendahara, namun ‘berasa bendahara’. Oknum ini terkesan mengatur dan mengendalikan cabor,” tegas Irham.
YCC juga mengindikasikan adanya pemotongan dana hibah bagi cabor penerima. Saat ini, beberapa cabor dilaporkan hanya menerima dana TC berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta, jumlah yang sangat jauh dari kata cukup untuk kebutuhan alat tanding dan nutrisi atlet.
”Pantauan kami, cabor sudah melaksanakan TC sejak Mei 2026. Kebutuhan belanja alat tanding atlet sudah sangat mendesak. Bila KONI Jeneponto tidak terbuka, masalah ini tentunya bakal kami dorong ke ranah hukum,” lanjut Irham.
Irham menambahkan, anggaran Rp590 juta idealnya hanya mencukupi kebutuhan 3 hingga 4 cabor secara proporsional.
YCC berjanji akan terus mengawal penyerapan dana ini hingga ke aparat penegak hukum (APH) jika ditemukan indikasi penyimpangan.
Keterlambatan penyaluran anggaran ini berdampak krusial bagi atlet.
Dengan menyisakan waktu sekitar tiga pekan menjelang pembukaan Porprov Sulsel 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo pada November mendatang, fase krusial peningkatan performa atlet justru terkendala masalah finansial.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Jeneponto, Darwis Daeng Nojeng, hingga berita ini diturunkan masih sulit dikonfirmasi dan belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan para cabor maupun tuduhan dari pihak YCC
(Zoel/Raden)











