Rapormerah.com – Pengawasan di Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa (Bollangi) terkesan bobrok usai video 33 detik yang memperlihatkan sejumlah narapidana (napi) diduga bebas menggunakan handphone (HP) di kamar hunian.
Rekaman yang diduga diambil di Kamar 8 Blok Bb itu langsung viral dan menjadi perhatian para pemerhati hukum serta hak asasi manusia.
Dalam video tersebut, terlihat lebih dari satu napi santai memegang dan mengoperasikan ponsel, padahal perangkat ini jelas terlarang di dalam lapas.
Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya pembiaran yang bersifat sistematis, mengingat penggunaan HP tidak hanya dilakukan satu napi.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Aliansi Anti Korupsi Sulawesi Selatan (DPP LANTIK Sulsel), Muh. Tanzil Usman, menegaskan bahwa kejadian ini bukan pelanggaran biasa.
“Ini bukan satu orang, tetapi lebih dari satu narapidana terlihat bebas menggunakan handphone. Sangat sulit dipercaya jika hal ini terjadi tanpa pembiaran. Patut diduga ada kelalaian serius, bahkan kemungkinan keterlibatan oknum,” ujar Muh. Tanzil Usman, dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
Selain masalah handphone, Tanzil Usman menyoroti dugaan peredaran narkoba di lapas, yang dikaitkan dengan seorang napi “Spanyol”. Sosok ini disebut memiliki pengaruh kuat dan diduga menguasai Blok Bb Kamar 7.
“Nama ‘Spanyol’ sudah lama disebut-sebut. Jika benar ada narapidana yang mampu mengendalikan satu blok, ini merupakan alarm bahaya bagi sistem pemasyarakatan,” ungkapnya.
Tanzil Usman mendesak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Selatan untuk segera melakukan inspeksi mendadak dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pimpinan Lapas Narkotika Sungguminasa.
“Kondisi di dalam lapas terlihat tidak sehat. Kanwil Ditjenpas Sulsel harus turun langsung dan mengevaluasi pimpinan lapas, jangan hanya berhenti pada pemeriksaan terhadap narapidana,” bebernya.
Meski begitu, pimpinan Lapas Bollangi dinilai lalai dalam mengawasi napi dan penerapan aturan di lapas tersebut.
Sementara itu, Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Sungguminasa, Fadil, memastikan pihaknya masih melakukan pengecekan internal untuk memverifikasi keaslian video yang beredar.
“Kami masih melakukan pemeriksaan. Jika video tersebut benar dan terbukti terjadi pelanggaran, narapidana yang bersangkutan akan dikenakan sanksi berat dan ditempatkan di sel khusus,” kata Fadil.
Terkait napi bernama Spanyol, Fadil membenarkan bahwa yang bersangkutan memang berada di Lapas Bollangi, dan menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran.
“Kami akan cek dan ricek seluruh informasi. Jika terbukti melakukan pelanggaran, sanksi tegas pasti diberikan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.
Editor : Raden
Source : zonafaktualnews.com













