MetroNews

Visum dan Foto Privat Bocor hingga Dijual, Selebgram Nira Minta Usut RS Bhayangkara

×

Visum dan Foto Privat Bocor hingga Dijual, Selebgram Nira Minta Usut RS Bhayangkara

Sebarkan artikel ini
Visum dan Foto Privat Bocor hingga Dijual, Selebgram Nira Minta Usut RS Bhayangkara
Foto Kolase - selebgram Nira saat menyampaikan orasi dalam aksi unjuk rasa di depan Polda Sulsel (kiri) dan potret dirinya dalam unggahan media sosial (kanan).

Rapormerah.com – Selebgram Makassar, Nira, meluapkan kekecewaannya terkait dugaan kebocoran dokumen medis miliknya.

Dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel, Kamis (12/02/2025), Nira secara tegas menyoroti sistem pengelolaan data di RS Bhayangkara Makassar yang dinilainya lalai menjaga kerahasiaan pasien.

Nira menegaskan kehadirannya bukan untuk membela diri, melainkan memperjuangkan hak privasi yang menurutnya telah dilanggar.

“Saya berdiri di sini bukan karena tidak memiliki kesalahan. Namun karena hak kemanusiaan saya telah dicabut. Karena dokumen confidential itu tersebar luas di publik, bahkan diperjualbelikan seharga kopi yang saya minum sehari-hari,” ucapnya.

Nira menyebut hasil visum yang semestinya bersifat rahasia justru beredar luas, termasuk foto area intimnya. Ia mengaku terpukul karena dokumen yang seharusnya dilindungi ketat malah diduga dapat diakses pihak yang tidak berwenang.

BACA JUGA :  Polda Sulsel ‘Telantarkan’ Kasus Penganiayaan dan Hoaks, Budiman S Kecewa

“Visum saya bocor. Saya hanya ingin tahu SIAPA dan KENAPA, data yang bersifat confidential bisa tersebar,” ungkap Nira usai aksi tersebut melalui akun Instagramnya @niraakuuu dikutip pada Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, selama lima bulan terakhir ia mencoba bangkit dari tekanan sosial yang muncul akibat beredarnya dokumen itu.

Nira mengaku sempat berharap ada itikad baik dan kejelasan dari pihak terkait, namun hingga kini belum menerima permintaan maaf ataupun klarifikasi resmi.

BACA JUGA :  Polda Sulsel Bongkar Kasus Korupsi Kredit Fiktif Bank Mandiri di Makassar

“Lima bulan lalu, saya masih percaya akan ada kejelasan dan itikad baik. Saya percaya sumpah yang pernah diucap akan dijaga. Namun hingga hari ini, bahkan permintaan maaf pun tidak pernah saya terima,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan disebabkan oleh kelalaiannya pribadi, melainkan dugaan lemahnya sistem keamanan data di rumah sakit tersebut.

“Bukan karena kelalaian saya. Bukan. Namun karena rentannya keamanan data di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar,” tambahnya.

Nira juga menduga dokumen visumnya disimpan di platform digital dengan akses terbuka, sehingga berpotensi memudahkan terjadinya kebocoran.

BACA JUGA :  Kadis BPBD Maros Jadi Biang Kerok, Polisi Gertak Mahasiswa di Topas Raya

“Dokumen yang bersifat confidential itu tersebar luas karena ilegal access. Disimpan dengan open access. Bukankah itu kecerobohan?” katanya.

Akibat peristiwa itu, ia mengaku menghadapi cibiran, penghakiman publik, hingga tekanan mental. Ia pun mempertanyakan pertanggungjawaban pihak-pihak yang dinilai memiliki kewenangan dalam pengelolaan data medis pasien.

“Dokter jaga, mahasiswa koas, perawat, staf bahkan direktur rumah sakit yang harus bertanggung jawab, masih bisa melanjutkan hidup layaknya tidak ada yang terjadi,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak RS Bhayangkara Makassar terkait tudingan tersebut.

 

Editor : Raden