Daerah

Warga Bone Disiksa di Polsek Ajangale Tanpa Alasan yang Jelas

×

Warga Bone Disiksa di Polsek Ajangale Tanpa Alasan yang Jelas

Sebarkan artikel ini
Korban Wendi alami luka lebam usai dianiaya oknum polisi di Polsek Ajangale (Foto Istimewa)
Korban Wendi alami luka lebam usai dianiaya oknum polisi di Polsek Ajangale (Foto Istimewa)

Rapormerah.com – Wendi (39), seorang penduduk Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengalami luka parah setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum polisi di Polsek Ajangale pekan lalu.

Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 2 dini hari di Polsek Ajangale. Wendi, yang mencari perlindungan setelah pertengkaran dengan keluarganya, mengaku terbangun oleh pukulan dan tendangan sebelum diseret ke ruang penyelidikan oleh Bripka AI, seorang polisi di sana.

BACA JUGA :  Cawagub Papua Aniaya Istri hingga Pingsan, Paksa Threesome dengan Kakak Korban

“Setelah dipukuli, saya difoto dan foto itu malah dikirimkan kepada anak tiriku,” ujarnya dengan nada penuh kebingungan.

Kejadian mengerikan ini berlanjut dengan Wendi mengalami luka memar di seluruh tubuhnya, termasuk kepala yang terluka.

Namun, setelah insiden itu, ia diperintahkan untuk pulang tanpa ada proses klarifikasi atau pembuatan laporan resmi.

Paman Wendi, Iccank, dengan tegas mengecam tindakan kekerasan yang menimpa keponakannya ini.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Diduga Aniaya Kepala SPPG, Nyak Dhien Gajah Desak Evaluasi Jabatan

“Saya bersama keluarga membawa Wendi pulang ke Bone untuk mengajukan laporan atas kejadian ini,” ujarnya.

Kasus ini telah menarik perhatian Kapolres Bone, AKBP Arief Doddy, yang berjanji untuk menindaklanjuti dengan serius.

“Kami akan mengambil langkah tegas terkait insiden ini melalui unit Propam Polres. Kami tidak akan mentolerir pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kami,” tegasnya kepada wartawan.

BACA JUGA :  Polisi yang Terciduk Selingkuh dan Seret Istri di Makassar Ditahan

Dengan kejadian ini, masyarakat menuntut keadilan dari pihak berwenang untuk menjamin keamanan dan perlindungan yang seharusnya mereka berikan.

 

Editor : Raden