Rapormerah.com – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan kemunculan kata kunci “kebaya hitam no sensor” yang mendadak trending dan ramai diburu warganet, Jumat (20/3/2026).
Video ini mengingatkan publik pada kasus serupa sebelumnya, yakni viralnya “kebaya merah” yang sempat menggemparkan dunia maya.
Berdasarkan penelusuran, konten yang beredar diduga hanya berupa potongan video yang menampilkan seorang perempuan berhijab hitam.
Sayangnya, hingga kini, belum ada kepastian terkait sumber asli, lokasi kejadian, maupun identitas pihak dalam video tersebut.
Menariknya, lonjakan pencarian justru diikuti dengan maraknya penyebaran tautan mencurigakan di berbagai platform, terutama di X (Twitter).
Sejumlah akun anonim, khususnya akun baru, terlihat aktif membagikan link dengan klaim mengarah ke video lengkap.
Banyak di antaranya diduga hanya jebakan clickbait. Alih-alih menuju video yang dimaksud, pengguna justru diarahkan ke situs lain yang tidak relevan, bahkan berpotensi berbahaya.
Sejumlah pengamat keamanan digital mengingatkan bahwa pola seperti ini kerap dimanfaatkan untuk praktik penipuan daring.
Link yang beredar berisiko mengarah ke situs judi online, phishing, hingga malware yang dapat mencuri data pribadi pengguna.
“Kalau penasaran boleh, tapi jangan sampai jadi korban. Banyak link sekarang ujung-ujungnya minta login aneh-aneh,” tulis salah satu netizen.
Komentar serupa juga ramai bermunculan.
“Ini mah kayak kebaya merah dulu, rame doang, link-nya zonk semua,” ujar pengguna lainnya.
“Sudah sering begini, viral dulu baru muncul link scam di mana-mana,” tambah akun lain.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak sembarangan mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas, terlebih jika diminta memasukkan data pribadi seperti akun media sosial atau informasi perbankan.
Mayoritas konten yang beredar hanya berupa cuplikan singkat tanpa konteks yang jelas, sehingga kebenarannya masih diragukan.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi terkait keberadaan video versi panjang sebagaimana yang diklaim beredar.
Editor : Raden













