HukrimNews

Publik Ragu Anak 12 Tahun Bunuh Ibu di Medan, Suami Korban 5 Tahun Pisah Ranjang

×

Publik Ragu Anak 12 Tahun Bunuh Ibu di Medan, Suami Korban 5 Tahun Pisah Ranjang

Sebarkan artikel ini
Publik Ragu Anak 12 Tahun Bunuh Ibu di Medan, Suami Korban 5 Tahun Pisah Ranjang
Foto Kolase – Seorang anak perempuan bersama ibunya (kiri) dan sang ayah (kanan). Warganet menyoroti peran ayah dalam kasus ini, mempertanyakan kemungkinan keterlibatannya dan motif perselingkuhan yang diungkapkan oleh pihak keluarga korban di Medan.

Rapormerah.com – Kasus anak 12 tahun bunuh ibu di Medan terus menuai keraguan publik. Dugaan bahwa seorang siswi kelas 6 SD tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri dinilai janggal oleh banyak pihak.

Di tengah sorotan tersebut, sosok suami korban, Faizah Soraya (42), yakni Alham Wumala Siagian, ikut menjadi perhatian usai terungkap fakta rumah tangga yang retak selama bertahun-tahun.

Alham disebut-sebut sebagai satu-satunya sosok yang dicurigai oleh sebagian pihak atas tindakan sadis yang menewaskan Faizah Soraya.

Keraguan publik muncul lantaran banyak yang menilai mustahil perbuatan tersebut dilakukan oleh AI, anak bungsu korban yang masih berusia 12 tahun.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto mengatakan AI hingga kini masih dalam kondisi trauma dan pemeriksaan dilakukan secara hati-hati.

“Pelaku masih kami periksa karena anak kecil, masih trauma,” katanya.

Menurut Bayu, polisi masih terus mendalami keterangan untuk mengungkap motif dalam kasus siswi kelas 6 SD bunuh ibu kandung di Medan tersebut.

“Motif dan lainnya masih didalami,” ujarnya.

Selain AI, polisi juga telah memeriksa anggota keluarga lainnya.

“Selain dia (AL), kakak dan ayahnya juga sudah diperiksa,” kata Bayu.

Kepala Lingkungan V Tanjung Rejo, Tono, mengungkapkan kondisi awal saat menerima laporan kejadian.

Tono melihat Faizah Soraya sudah tergeletak di kamar lantai satu rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, Rabu (10/12/2025).

“Di atas kasur,” katanya.

BACA JUGA :  Pembagian Hasil Rampokan Tidak Rata, Pria di Pekanbaru Tikam Rekan Sendiri

Tono menambahkan, saat itu AI hanya terdiam.

“Adiknya (AL) terduduk saja di sofa ruang tamu,” ucapnya.

Sementara kakak korban disebut mengalami luka.

“Kondisi kakaknya waktu itu jari-jarinya luka,” jelas Tono.

Sedangkan Alham, suami korban sekaligus ayah dari kedua anak tersebut, disebut tak henti menangis setelah kejadian.

Keraguan publik dalam kasus anak 12 tahun bunuh ibu di Medan justru mengarah pada kondisi rumah tangga korban.

Saudara korban, Dimas, mengungkapkan bahwa hubungan rumah tangga Alham dan Faizah sudah lama tidak harmonis.

“Dalam 5 tahun terakhir suami korban doyan selingkuh dan diduga ada hutang (mungkin akibat judol),” tulis Dimas dalam unggahan di media sosial yang dikutip redaksi Minggu (14/12/2025).

Dimas juga menyebut Alham memiliki jabatan mentereng.

“Sebagai seorang manager di Telkomokondo beberapa kali ketahuan selingkuh,” katanya.

Berdasarkan akun LinkedIn, Alham diketahui berprofesi sebagai engineer di sebuah perusahaan provider.

Meski demikian, Dimas menyebut Faizah Soraya menolak untuk bercerai meski kerap disakiti.

“Si korban tidak mau bercerai karena korban adalah anak dari orang tua yang bercerai. Korban tidak mau anaknya merasakan seperti apa yang dia rasakan jadi korban perpisahan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut sejalan dengan fakta bahwa pasangan ini sudah lama pisah ranjang. Alham tidur di kamar lantai dua, sementara Faizah berada di lantai satu bersama dua putrinya yang masing-masing duduk di bangku SMA dan kelas 6 SD.

BACA JUGA :  Suami Bunuh Istri di Bogor Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

“Bertahan dengan pernikahan selama 5 tahun belakangan. Cekcok? sudah pasti berulang kali,” kata Dimas.

Saat dimintai konfirmasi oleh wartawan, Alham memilih tidak memberikan keterangan.

“Maaf yah saya masih berduka,” ucapnya singkat.

Sementara itu, akun Instagram @pakdebrewok2122 yang mengaku masih memiliki hubungan keluarga dengan korban turut menyampaikan klarifikasi terkait kasus anak 12 tahun bunuh ibu di Medan.

“Izin klarifikasi karena ini keluarga saya. Kejadian subuh pagi, diduga si adik bunuh mamanya. Kami sekeluarga tidak percaya karena alasan yang tidak masuk akal, bahwa adiknya dendam karena kakaknya dimarahi mamanya.

Dan yang membuat kami tidak percaya adalah sebelum kejadian, si jantan ini selingkuh dan sudah minta cerai tapi si istri tidak mau. Mereka sudah pisah ranjang dan entah kenapa bisa balik lagi ke rumah itu,” tulis akun tersebut, Sabtu (13/12/2025).

Ia juga menuding keterangan sang ayah hanyalah alibi.

“Dan semua adalah alibi si ayahnya, bilang adiknya di kamar megang pisau bunuh mamanya dan dia katanya tidur di atas. Jadi dengan katanya, tolong pak polisi selidiki ini jantan. Sekarang si jantan ini bisa keluar ke mana-mana. Logika saja, adik masih kelas 6 SD, bukan SMP ya kawan-kawan. Luka tusuk ada 20 tusukan. Logika, masa tidak teriak mamaknya kalau tidak dibekap,” tambahnya.

Akun tersebut turut menyoroti kondisi lokasi kejadian.

“Dari bercak darah di dinding ini, dipastikan ada pergerakan korban sebelum terbaring. Bisa jadi dalam bentuk perlawanan ke pelaku,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Tuding Jokowi Bunuh Prabowo, Connie Dilaporkan ke Bareskrim

Ia kembali menegaskan dugaan tersebut dengan menyoroti luka-luka di tubuh korban.

“Luka-luka di badan korban itu banyak dan tersebar, dari kepala, tangan, dan badan, secara membabi buta. Kalau anak 12 tahun, sekali tendang pakai kaki saja sudah jatuh. Nah ini ada tenaga yang lebih besar dari anak-anak. Dengan adanya bercak darah di dinding tadi berarti ada perlawanan dari korban,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dugaan perselingkuhan kembali disinggung.

“Dalam lima tahun terakhir, suami korban doyan selingkuh dan diduga ada utang (mungkin akibat judol). Sebagai seorang manajer di Telkomokondo, beberapa kali ketahuan selingkuh. S

i korban tidak mau bercerai karena korban adalah anak dari orang tua yang bercerai. Korban tidak mau anaknya merasakan hal yang sama, sehingga bertahan dengan pernikahan selama lima tahun belakangan. Cekcok? Sudah pasti berulang kali,” bebernya.

Ia pun mengajak publik berpikir secara logis mengenai waktu kejadian dalam kasus anak 12 tahun bunuh ibu di Medan.

“Sekarang saya ajak berpikir. Kejadian jam 05.00 pagi, di mana anak-anak susah bangun pagi kalau mau sekolah.

Kita tahu sendiri anak-anak bagaimana. Bagaimana bisa dia merancang ini subuh hari? Posisi dalam rumah ada empat orang: korban, ayah (diduga), dan anak-anak. Ingat, jam 5 pagi buta,” pungkasnya.

 

Editor : Raden