Rapormerah.com– Bunda Pustaka SD Negeri Borong bekerja sama dengan PMI Kota Makassar sukses menggelar kegiatan donor darah yang dirangkaikan dengan pembagian rapor akhir semester, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA di Perpustakaan SD Negeri Borong itu menjadi agenda rutin Bunda Pustaka sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus memanfaatkan momentum berkumpulnya orang tua murid di sekolah.
Donor darah berlangsung dengan dukungan tim medis dari PMI Kota Makassar dan terbuka bagi orang tua siswa, guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum yang memenuhi persyaratan sebagai pendonor.
Ketua Bunda Pustaka SD Negeri Borong, Annisya Arsyad, mengatakan pembagian rapor dipilih sebagai waktu pelaksanaan karena hampir seluruh orang tua hadir di sekolah. Dengan begitu, mereka memiliki kesempatan untuk ikut berdonor tanpa harus datang pada waktu yang berbeda.
“Kami sengaja menggelar donor darah bersamaan dengan pembagian rapor karena hampir semua orang tua hadir di sekolah. Harapannya, selain mengambil rapor anak, mereka juga bisa menyempatkan diri untuk berbagi melalui donor darah. Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Annisya Arsyad.
Menurutnya, donor darah sudah menjadi salah satu agenda rutin Bunda Pustaka yang terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, Bunda Pustaka ingin mengajak orang tua murid untuk ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan yang sederhana, namun memberi manfaat bagi banyak orang.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pihak SD Negeri Borong. Sinergi antara sekolah, Bunda Pustaka, dan PMI Kota Makassar membuat pelaksanaan donor darah dapat berjalan lancar, mulai dari penyediaan tempat hingga pelaksanaannya.
“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak SD Negeri Borong dan kerja sama yang baik dari PMI Kota Makassar. Kolaborasi seperti ini penting karena sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Kami berharap donor darah ini terus menjadi agenda rutin dan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan kegiatan serupa,” tambah Annisya Arsyad.
Mengusung tema “Donor Darah, Peduli Tanpa Batas”, panitia menargetkan partisipasi orang tua murid yang datang mengambil rapor. Namun, kesempatan berdonor juga dibuka bagi guru, tenaga kependidikan, alumni, dan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antara sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat.
Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah di PMI, donor darah juga menjadi ruang untuk memberikan keteladanan langsung kepada para peserta didik sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
Lewat pelaksanaan kegiatan ini, perpaduan momen pembagian rapor dan aksi sosial kreatif menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Atikaa













