Rapormerah.com – Owner Wasilah Cosmetic, Arsila Jailan asal Majene, Sulawesi Barat dituding melakukan penipuan dengan modus jual dan kredit handphone (HP) iPhone murah.
Dugaan penipuan tersebut dibongkar oleh akun Facebook Celebes Kreator.
“Buat seluruh korban-korban penipuan Owner Passobis Arsila Jailan modus kredit HP iPhone harap segera membuat surat kuasa kepada saya untuk melaporkan dugaan tindak pidana penipuan Arsila Jailan ke Polres Majene. Kalau saya sudah dapat surat kuasa dari korban-korban penipuan Arsila Jailan, saya sendiri yang akan langsung laporkan ke Polres Majene,” tulis akun Facebook Celebes Kreator.
“Karena si Owner bersikukuh bukan penipu, saya mau bertarung dengan si owner penipu di ranah hukum. Kita akan bongkar modus penipuannya dengan dalih kredit HP yang prosesnya tidak jelas dan uang korban mengendap di rekening si penipu. Untuk info selanjutnya cara pembuatan surat kuasa silakan inbox saya. Dimohon untuk secepatnya,” tulisnya pada postingan yang sama.
Akun tersebut juga menuliskan bahwa korban-korban dari Owner Arsila Jailan tersebar dari berbagai provinsi.
Dia mengatakan Owner sangat percaya diri karena merasa tak ada yang berani melaporkannya, sebab korban-korbannya berasal dari daerah jauh dan membutuhkan biaya besar untuk datang ke Polres Majene.
“Banyak betul orangmu tipu cehh. Ini lagi korbanmu asal Tarakan, Kalimantan Utara, pesan HP iPhone DP 1 juta yang kau kirimkan handbody (HB). Semoga Allah segera melaknatmu beserta seluruh keluargamu yang ikut menikmati hasil penipuanmu!!! Setelah dia mendesakmu, kau kirimkan Rp 500 ribu, masih sisa Rp 500 ribu,” ungkapnya.
“Bertobat’ko jadi penipu, Arsila Jailan! Kemarin-kemarin kau punya modal, harusnya kau berbisnis dengan jujur, bukan malah menjadi penipu/passobis. Tidak akan berkah hidupmu. Kau kasih mengalir hasil uang haram dalam darah keluargamu,” tambahnya.
Akun Facebook Celebes Kreator juga memposting bukti-bukti transfer korban kepada Owner Arsila Jailan.
“Yang terhormat Arsila Jailan, ini juga salah satu korban penipuanmu. Orang Palu Sulteng dengan total kerugian Rp 2,5 juta. Kalau memang kau bukan penipu, di mana toko kau pesan iPhone? Biar saya yang uruskan dan minta uangnya kembali untuk korbanmu. Sangat jelas uangnya ditransfer ke rekening pribadimu, bukan rekening toko HP penjual iPhone. Berhentilah jadi penipu. Kembalikan saja uangnya orang yang sudah kau tipu,” tulisnya.
“Mohon Polres Majene, Polda Sulbar bertindak. Kasus penipuan ini bukan delik aduan, ini delik biasa. Kepolisian bisa langsung mengusut kasus ini tanpa laporan korban. Harap jangan diam saja karena kasus ini sudah sangat viral dan banyak korbannya serta bukti-bukti di-upload di FB. Kecuali jika kata netizen benar bahwa si penipu punya backing di kepolisian. Kan sangat memalukan jika ada polisi yang membekingi seorang penipu/passobis,” jelasnya.
Akun tersebut juga mengingatkan Arsila Jailan untuk tidak berbelit-belit.
“Halo Arsila Jailan, ini salah satu korbanmu juga sudah sangat membutuhkan uangnya kembali. Jangan berbelit-belit dan banyak alasan. Dia percaya kamu itu orang baik dan amanah, ternyata malah kau tipu. Korbanmu ini orang Somba, Majene lho. Uangnya itu transfer ke rekening pribadimu, bukan ke toko handphone. Itu ada bukti chat-nya menagih sama kamu tapi kamu banyak alasan. Dan juga ada bukti transfernya ke kamu 1 juta,” lanjutnya.
“Kau bilang sama dia tidak mau kembalikan uangnya kalau di-up di Facebook. Justru wajib di-up di FB karena lewat chat kau tidak ada niat baik bahkan banyak alasan. Kalau kau punya niat baik, segera kembalikan uangnya orang. Bertobatlah jadi penipu. Kembalikan kepercayaan orang padamu,” sambungnya.
Akun Celebes Kreator juga membeberkan salah satu modus yang disebut paling lucu dalam kasus ini yakni kredit HP iPhone.
“Korban transfer uang DP Rp 500 ribu. Korban minta resi pengiriman tapi lama baru direspons si penipu. Setelah sekitar sebulan didesak akhirnya si penipu kirim resi ke korban, tapi resinya tidak utuh dan sepotong. Nama dan alamat penerima tidak jelas dalam resi,” tulisnya.
“Paket tiba di Kendari padahal si korban alamat Bau-Bau. Tetapi si korban punya teman di jasa pengiriman yang ambilkan paketnya. Setelah di-unboxing, ternyata isinya bukan HP iPhone tapi HB,” bebernya.
“Korban lalu minta pertanggungjawaban ke Owner penipu, jawabannya barang sudah di-return. Barang di-return kok bisa sampai ke korban? Tapi syukur alhamdulillah karena uang korban sudah kembali. Tapi ini di-up sebagai bukti modus penipuan si Owner agar ke depan tidak ada lagi korban tipu-tipu baik modus HP iPhone maupun modus penipuan barunya ke depan,” lanjutnya.
“Semoga si Owner mendapatkan hidayah dari kedzoliman dan segera bertobat menipu orang. Berhenti memberi makan keluarganya dari uang haram hasil menipu orang,” tambahnya.
Terpisah, Owner Wasilah Cosmetic, Arsila Jailan, saat dikonfirmasi media ini membantah keras tudingan tersebut.
“Tidak benar, namanya juga persaingan bisnis. Saya sudah lihat postingannya di akun tidak jelas itu. Tidak diketahui siapa yang punya. Adapun bukti transfer yang dilampirkan itu bukti orang yang kredit, bukan pembelian cash. Jadi ini akun kasih takut-takut customerku dan selalu chat pribadi customerku. Jadi setiap apa yang saya posting dia chat satu-satu dan dia tanyakan apa kita beli, apa kita order,” kata Arsila Jailan yang dikonfirmasi by phone, Senin (8/12/2025).
“Sampai saat ini tak ada keberatan, meski ada yang kemarin sempat mengganggu saya, saya justru minta diselesaikan saja di kantor polisi. Jadi orang itu dari Makassar merasa ditipu, jadi saya bilang ayo mi kita selesaikan dan cari titik tengahnya di kantor polisi. Jadi orang itu datang,” bebernya.
“Di hadapan polisi, polisi bertanya bagaimana sistemnya ini. Lalu saya jelaskan orang ini mau kredit HP dan ternyata orang ini mau batalkan, dan pembatalan itu ada prosedurnya. Namanya penjualan online seperti itu ada prosedurnya,” tambahnya.
Arsila mengklaim dana kredit orang-orang yang membatalkan itu sudah dikembalikan.
“Ceritanya begini, mereka itu kredit dan sudahmi saya kasih kembali. Karena kalau kredit sama saya itu batal, maka saya transfer kembali uang orang itu. Makanya polisi bilang, ‘apa yang dirugikan ko?’ Karena dia kredit dan tidak jadi lalu kamu juga sudah transfer. Jadi apanya lagi yang dirugikan? Lalu orang itu bilang soal waktuku. Sebab itu polisi bilang ke saya bahwa dia tak menangani masalah waktu; yang ditangani adalah tindak pidananya,” ungkapnya.
Ketika ditanya soal orang-orang yang dijanjikan HP tapi yang datang adalah handbody (HB), Owner Arsila Jailan mengatakan bahwa hal tersebut adalah hoaks dan tidak ada buktinya itu.
“Hoaks dan tidak ada buktinya itu. Kalau soal kredit itu betul. Dan soal kredit HP ini juga sudah saya tutup semenjak banyak yang batalkan kredit. Yang saya terima hanya orderan cash saja,” ujarnya.
Soal DP HP yang belum dikembalikan dan diviralkan, Arsila menyebut sebagian besar sudah diselesaikan.
“Sudahmi saya kembalikan ada 13 orang itu, dan sisa 3 yang belum dikembalikan. Dan ketiganya ini sementara proses,” jelasnya.
Ditanya soal pencemaran nama baik oleh akun Celebes Kreator, Arsila memilih tidak melaporkannya.
“Saya tidak laporkan karena akun tidak jelas dan tidak ditahu siapa orangnya. Sudah lama mi itu selalu usik saya, sampai saya pernah dia sebut masuk penjaraka sampai 15 tahun. Jadi apa pun usahaku pasti dia carikan celah. Jadi intinya kalau ada merasa korban, silakan laporkan saya,” tutupnya.
Editor : Raden













