Metro

Sambut Innovation Mayor Award, SDN Borong Makassar Luncurkan Program GEMBIRA

×

Sambut Innovation Mayor Award, SDN Borong Makassar Luncurkan Program GEMBIRA

Sebarkan artikel ini
Kepala SD Negeri Borong Andi Ety Cahyani bersama pegiat literasi Rusdin Tompo, guru, serta Bunda Pustaka mengikuti rapat inovasi di Perpustakaan SD Negeri Borong, Makassar, Rabu (29/7/2026).
Kepala SD Negeri Borong Andi Ety Cahyani bersama pegiat literasi Rusdin Tompo, guru, serta Bunda Pustaka mengikuti rapat inovasi di Perpustakaan SD Negeri Borong, Makassar, Rabu (29/7/2026).

MAKASSAR, rapormerah.com– SD Negeri Borong Makassar mematangkan berbagai inovasi pendidikan dalam rangka menyambut Innovation Mayor Award (IMA). Salah satu program unggulan yang disiapkan ialah GEMBIRA (Gerakan Membaca, Bercerita, Menulis, Kriya, dan Kreasi) sebagai upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat inovasi yang digelar di Perpustakaan SD Negeri Borong, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala SD Negeri Borong Andi Ety Cahyani, guru, Bunda Pustaka, serta pegiat literasi dan pemerhati anak Rusdin Tompo.

Selain memperkuat kolaborasi antara guru dan Bunda Pustaka, rapat juga membahas penyusunan berbagai inovasi pendukung agar program literasi dapat berjalan secara berkelanjutan. Sekolah juga mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan menghadapi akreditasi perpustakaan yang dijadwalkan berlangsung pada tahun depan.

Kepala SD Negeri Borong Andi Ety Cahyani menegaskan bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru atau rumit. Menurutnya, inovasi adalah bagaimana menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, guru, sekolah, serta Bunda Pustaka sebagai organisasi yang berada di lingkungan SD Negeri Borong.

“Inovasi bukan berarti selalu menciptakan sesuatu yang baru dan rumit, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, guru, sekolah, serta Bunda Pustaka. Oleh karena itu, inovasi yang akan kita kembangkan di SD Negeri Borong hendaknya berangkat dari kebutuhan dan permasalahan yang kita hadapi, serta disesuaikan dengan potensi yang kita miliki. Yang perlu kita ketahui, inovasi bukan ditentukan oleh siapa penggagasnya, tetapi oleh komitmen kita untuk melaksanakan, mengevaluasi, dan terus menyempurnakannya,” ujar Andi Ety Cahyani.

Ia juga mengajak seluruh warga sekolah menjadikan inovasi sebagai budaya kerja yang terus dikembangkan demi meningkatkan mutu layanan pendidikan.

“Mari kita jadikan budaya berinovasi sebagai bagian dari budaya kerja di SD Negeri Borong, sehingga sekolah kita terus berkembang, meningkatkan mutu layanan pendidikan, serta mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi seluruh peserta didik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, pegiat literasi dan pemerhati anak Rusdin Tompo memperkenalkan Program GEMBIRA yang mengintegrasikan kegiatan membaca, bercerita, menulis, kriya, dan kreasi dalam satu siklus pembelajaran yang menyenangkan.

“GEMBIRA merupakan inovasi sekolah yang mengintegrasikan empat pilar literasi, yakni membaca, bercerita, menulis, dan kreasi. Semua dirangkai menjadi satu siklus pembelajaran sehingga anak bukan hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu menciptakan karya,” ujar Rusdin.

Menurutnya, GEMBIRA memiliki lima tujuan utama, yakni menumbuhkan minat baca, melatih kemampuan bercerita, mengembangkan keterampilan menulis, melahirkan karya kreatif, serta membentuk karakter peserta didik yang disiplin, kreatif, mandiri, berempati, dan memiliki daya imajinasi.

BACA JUGA :  Semangat Baru! Annisyah Arsyad Resmi Pimpin Bunda Pustaka SDN Borong 2025-2027

Rusdin menjelaskan, penerapan GEMBIRA dapat dimulai dari membaca sebuah dongeng, kemudian menceritakan kembali dengan gaya sendiri, menulis ulang cerita dalam versi berbeda, hingga menghasilkan karya kreatif berupa komik, gambar bercerita, video, maupun prakarya yang terinspirasi dari bacaan.

“Anak-anak bisa mulai menulis tentang ibu dan ayahnya, gurunya, sekolahnya, atau pengalaman yang mereka alami. Menulis itu dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka,” lanjut Rusdin.

Pada kegiatan membaca, peserta didik juga didorong tidak hanya menyelesaikan bacaan, tetapi mampu menceritakan kembali isi buku, menuliskan ulang dengan bahasa sendiri, hingga memerankan tokoh dalam cerita melalui pertunjukan sederhana.

BACA JUGA :  Dari Guru Kelas Jadi Kepsek, Andi Etty Nahkodai SDN Borong Makassar

Selain Program GEMBIRA, rapat inovasi juga membahas gagasan Program KOMIK, akronim dari Kolaborasi Orang Tua Meraih Impian Keluarga dan Sekolah. Inovasi tersebut digagas oleh A. Arifah Pasri, salah seorang orang tua siswa yang juga merupakan anggota Bunda Pustaka SD Negeri Borong.

Program ini dibuat untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung berbagai program pendidikan serta pengembangan karakter peserta didik.

“KOMIK lahir dari keyakinan bahwa pendidikan terbaik terwujud ketika sekolah dan orang tua berjalan beriringan. Kolaborasi ini bukan hanya untuk mendukung program sekolah, tetapi juga menjadi ruang bersama dalam mewujudkan impian anak, keluarga, dan sekolah,” ujar A. Arifah Pasri.

Gagasan tersebut mendapat perhatian positif dari pihak sekolah dan akan ditampung sebagai salah satu program inovasi SD Negeri Borong yang akan dikembangkan pada masa mendatang. Dengan keterlibatan aktif orang tua, sekolah berharap setiap inovasi yang lahir tidak hanya berdampak pada peningkatan budaya literasi, tetapi juga memperkuat kemitraan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

BACA JUGA :  SD Negeri Parinring Dukung Peningkatan Indeks Inovasi Daerah Kota Makassar

SD Negeri Borong optimistis sinergi antara sekolah, guru, Bunda Pustaka, orang tua, dan berbagai mitra akan semakin memperkuat inovasi pendidikan. Melalui pengembangan Program GEMBIRA dan KOMIK, sekolah berharap mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran yang literat, kreatif, kolaboratif, dan berkarakter sebagai bagian dari kesiapan menghadapi Innovation Mayor Award (IMA).

 

Atika