NewsSorot

Top Up E-Money di Tol Makassar Tuai Keluhan, Sikap Petugas Dinilai Tak Ramah

×

Top Up E-Money di Tol Makassar Tuai Keluhan, Sikap Petugas Dinilai Tak Ramah

Sebarkan artikel ini
Layanan pengisian saldo kartu elektronik (e-money) di ruas Tol Makassar yang dikeluhkan pengguna jalan.
Layanan pengisian saldo kartu elektronik (e-money) di ruas Tol Makassar yang dikeluhkan pengguna jalan.

Rapormerah.com – Layanan pengisian saldo kartu elektronik (e-money) di Tol Makassar dikeluhkan dari pengguna jalan.

Selain persoalan teknis, sikap petugas di lapangan juga menjadi sorotan karena dinilai kurang ramah bahkan terkesan kasar.

Fasilitas yang diharapkan memudahkan transaksi tersebut disebut belum sepenuhnya memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kenyamanan pengguna.

Keluhan itu disampaikan salah seorang pengguna jalan, Supahrin, terkait pengalamannya saat melakukan pengisian saldo di jalur Makassar menuju Bandara, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Menurutnya, ia telah mengikuti prosedur pengisian dengan memasukkan kartu dan uang ke dalam slot loket. Namun, respons petugas justru dinilai tidak bersahabat.

BACA JUGA :  Murid Baru Tak Wajib Seragam, MPLS di SD Parinring Bikin Nyaman

“Saya sudah antre dan mengikuti aturan, tapi cara penyampaian petugas terkesan kasar,” ujarnya.

Supahrin mengungkapkan, saat itu terdapat dua petugas di dalam loket. Salah satu di antaranya disebut memberikan teguran dengan nada tinggi ketika antrean mulai memanjang, sehingga memicu ketidaknyamanan di tengah pengguna jalan yang sedang menunggu giliran.

Ia menilai, sebagai bagian dari pelayanan publik, petugas seharusnya mampu menyampaikan arahan dengan sikap yang lebih sopan dan komunikatif.

BACA JUGA :  Kemacetan di Jalan Batua Raya Makassar Semakin Menggila

Selain masalah sikap, Supahrin juga mempertanyakan penjelasan petugas terkait gangguan jaringan yang terjadi saat itu.

Saat gilirannya tiba, petugas menyampaikan bahwa jaringan Bank Mandiri sedang bermasalah dan mengarahkan dirinya ke lokasi pengisian lain.

“Padahal sebelumnya saya pernah melakukan top up di lokasi yang sama tanpa kendala. Tiba-tiba disebut jaringan bermasalah, itu yang membuat saya bingung,” katanya.

Ia juga membandingkan pengalamannya dengan penggunaan kartu dari bank lain yang menurutnya justru lebih sering mengalami gangguan.

BACA JUGA :  Warga Banta-bantaeng di Makassar Diserang Geng Motor Pakai Parang dan Busur

Akibat kejadian tersebut, Supahrin memilih meninggalkan lokasi dan beralih menggunakan layanan digital melalui aplikasi perbankan.

“Sekarang lebih praktis lewat aplikasi, lebih cepat dan tidak perlu antre,” tuturnya.

Ia berharap pihak pengelola Tol Makassar dapat melakukan evaluasi menyeluruh, tidak hanya pada sistem, tetapi juga pada kualitas pelayanan petugas di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola terkait keluhan tersebut.

 

Editor : Raden