NewsPeristiwa

Warga Banta-bantaeng di Makassar Diserang Geng Motor Pakai Parang dan Busur

×

Warga Banta-bantaeng di Makassar Diserang Geng Motor Pakai Parang dan Busur

Sebarkan artikel ini
Warga Banta-bantaeng di Makassar Diserang Geng Motor Pakai Parang dan Busur
Tangkapan layar video – Aksi geng motor menebar teror di Lorong 9, Kelurahan Banta-bantaeng, Kota Makassar.

Rapormerah.com – Aksi geng motor menebar teror di Lorong 9, Kelurahan Banta-bantaeng, Kota Makassar, Minggu (12/10/2025).

Para pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba menyerang warga menggunakan parang dan panah busur sekitar pukul 19.45 Wita.

Salah satu warga, Arum, menjadi korban akibat terkena anak panah busur di dada kiri.

Warga lainnya berupaya melakukan perlawanan, sehingga para pelaku akhirnya meninggalkan lokasi.

BACA JUGA :  Petugas Dishub Makassar Dihajar Pria Saat Bertugas, Rahang Korban Bergeser

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Faisal untuk mendapat perawatan.

Usai menjalani operasi pencabutan anak panah, Arum kini sudah diperbolehkan pulang.

Kapolsek Rappocini Kompol Ismail mengatakan, pihak kepolisian telah mengantongi identitas para pelaku berdasarkan keterangan saksi yang mengenali wajah mereka dari rekaman ponsel.

“Kita sudah kantongi nama terduga pelakunya, kebetulan ada yang kenal. Jadi sementara lidik,” ujar Ismail, Senin (13/10/2025).

BACA JUGA :  Brutal dan Tak Beretika Dua Oknum Penyidik 'Seret' dan Intimidasi Wartawan

Motif penyerangan geng motor tersebut masih diselidiki, namun polisi memastikan akan menangkap semua pelaku yang terlibat dalam aksi brutal tersebut.

“Pelakunya masih samar-samar, tapi berdasarkan keterangan saksi dan bukti di TKP, penangkapan akan segera dilakukan,” jelasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian meningkatkan patroli dan menempatkan personel berjaga 24 jam di lokasi.

BACA JUGA :  5 Hari Disekap, Gadis ABG di Makassar Diperkosa Pacar Bareng 4 Temannya

Pihak kepolisian juga menghimbau warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika ada gerakan mencurigakan di lingkungan mereka.

Editor : Raden