Rapormerah.com – Kondisi Jembatan Gantung Pajalesang yang hingga kini belum diperbaiki kembali menuai sorotan publik.
Padahal, beberapa waktu lalu Wali Kota Palopo, Naili Trisal, telah meninjau langsung lokasi tersebut dan menyampaikan komitmen untuk melakukan pembenahan.
Saat melakukan kunjungan di lokasi, Naili menyebut pemerintah akan berupaya mempercepat perbaikan jembatan yang dinilai penting bagi aktivitas warga sekitar.
“Kita akan benahi dalam bulan Maret 2026 ini,” ujar Naili beberapa waktu lalu.
Hingga kini, perbaikan yang dijanjikan belum juga terealisasi. Kondisi tersebut memunculkan kritik dari masyarakat yang menilai komitmen perbaikan masih sebatas janji tanpa realisasi nyata.
Sejumlah warga bahkan menyebut kondisi ini sebagai “janjimu tale’e”, istilah dalam bahasa Bugis/Makassar yang berarti janji yang tidak ditepati atau hanya sebatas ucapan tanpa bukti nyata.
Warga juga mengungkapkan bahwa usulan perbaikan jembatan telah berulang kali disampaikan, termasuk melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga saat ini, pengerjaan fisik belum juga terlihat.
Sorotan terhadap kondisi Jembatan Gantung Pajalesang semakin kuat karena sebelumnya telah terjadi peristiwa tragis.
Pada 10 Februari 2026, seorang warga bernama Marwan (50) dilaporkan terjatuh dari jembatan tersebut hingga meninggal dunia.
Peristiwa itu menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan harapan agar perbaikan infrastruktur yang berkaitan dengan keselamatan warga dapat menjadi prioritas pemerintah.
Kini, masyarakat kembali menanti langkah nyata pemerintah, bukan sekadar janji, agar Jembatan Gantung Pajalesang segera dibenahi demi keamanan dan keselamatan pengguna.
Hingga berita ini dimuat, pihak media belum memperoleh konfirmasi dari Wali Kota Palopo, Naili Trisal, terkait tindak lanjut dari pernyataannya yang menyebut perbaikan akan dilakukan pada Maret 2026 lalu.
(Ono/Raden)













