NewsPolitik

Perjanjian Rahasia Prabowo–Jokowi Dirumorkan ‘Bocor’, Benarkah Pernah Ada?

×

Perjanjian Rahasia Prabowo–Jokowi Dirumorkan ‘Bocor’, Benarkah Pernah Ada?

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Jokowi. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden)
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Jokowi. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden)

Rapormerah.com – Isu mengenai dugaan adanya perjanjian rahasia antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi bahan perbincangan.

Rumor yang menyebut Prabowo hanya akan menjabat selama dua tahun sebelum digantikan terus beredar di ruang publik, meski hingga kini belum pernah dikonfirmasi ataupun dibuktikan kebenarannya.

Perbincangan itu kembali mencuat setelah mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, menyinggung rumor tersebut saat tampil dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV.

Menurutnya, ada sejumlah peristiwa politik yang memunculkan tanda tanya, salah satunya deklarasi dukungan agar Prabowo kembali maju pada Pemilu 2029.

Lukas menyoroti momentum HUT ke-17 Partai Gerindra pada Februari 2025. Saat itu, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan bahwa seluruh kader sepakat mendukung Prabowo kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.

BACA JUGA :  Media Belanda Ungkit Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung "Londo Ireng"

“Makanya ada satu settingan agar di ulang tahun ke-17 itu… waktu itu diumumkan ketua panitianya atau Sekjennya bahwa Prabowo akan maju lagi tahun 2029,” ujar Lukas dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Rabu (5/8/2026).

Menurut Lukas, deklarasi tersebut terasa janggal karena disampaikan ketika masa pemerintahan Prabowo baru berjalan sekitar enam bulan.

Lukas kemudian mengaitkannya dengan rumor yang telah lama beredar mengenai dugaan kesepakatan politik tersebut.

“Padahal yang beredar adalah ada kesepakatan Prabowo hanya akan bertahan maksimal 2 tahun… Rumor yang beredar. Kita enggak pernah tahu itu benar atau tidak,” imbuhnya.

Sebelumnya, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie juga pernah mengaku memperoleh cerita dari Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Pilpres 2024, Rosan Roeslani.

BACA JUGA :  Ribuan Mahasiswa Serukan Aksi, Jokowi Diminta Diadili atas Dugaan KKN

Menurut Connie, apabila Prabowo memenangkan Pilpres, masa jabatannya disebut hanya berlangsung selama dua tahun sebelum dilanjutkan oleh Gibran Rakabuming Raka.

“Saya bilang apa dulu saya mau tanya emang Pak Prabowo ini bakal jadi presiden berapa lama? Ini menyampaikan Pak Rosan loh, duta besar kita, mantan, di Amerika. Jadi rencananya dua tahun. Tiga tahun berikutnya diikuti oleh Gibran,” kata Connie.

Namun, Rosan Roeslani membantah keras pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa skenario mengenai masa jabatan dua tahun bukan berasal dari dirinya, melainkan pertama kali diutarakan oleh Connie dalam percakapan mereka.

“Pernyataan yang dua tahun itu bukan datang dari saya. Beliau (Connie) mengatakan, ‘Ini gimana kalau sudah dua tahun, atau kalau tiba-tiba Pak Prabowo, saya ini orang intelijen, bisa saja Pak Prabowo diracun, bisa lebih cepat, itu gimana?’, dia bilang begitu,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan.

BACA JUGA :  Rocky Gerung Prediksi Anies Akan Keok di Pilkada Jakarta 2024

Rosan mengaku langsung menolak pembahasan tersebut karena dinilai tidak pantas untuk didiskusikan.

“Saya bilang, ‘Bu, udahlah, itu tidak pantas. Ya sudahlah, kita, sih, nggak ada pikiran seperti itu lah, janganlah’,” lanjutnya.

Hingga saat ini, tidak ada bukti maupun pernyataan resmi yang mengonfirmasi adanya perjanjian rahasia antara Prabowo dan Jokowi sebagaimana rumor yang beredar.

Klaim tersebut masih sebatas isu yang berkembang di ruang publik dan telah memunculkan bantahan dari pihak yang namanya disebut dalam cerita tersebut.

 

Editor : Raden