InternasionalNews

Serangan Balasan Iran Menggila, Yerusalem Kena Rudal, Netanyahu Jadi Target

×

Serangan Balasan Iran Menggila, Yerusalem Kena Rudal, Netanyahu Jadi Target

Sebarkan artikel ini
Israel Vs Iran
Israel Vs Iran

Rapormerah.com – Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam operasi militer yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Senin (2/3/2026) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal yang menargetkan sejumlah fasilitas strategis Israel, termasuk kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta markas besar Angkatan Udara Israel.

Menurut pernyataan resmi IRGC, Iran menggunakan rudal jarak jauh tipe Kheibar dalam serangan tersebut. Selain itu, beberapa rudal dilaporkan menghantam wilayah Yerusalem pada Minggu malam (1/3/2026), yang menyebabkan sedikitnya enam warga Israel tewas.

Hingga kini belum ada bukti visual berupa foto maupun video yang dapat memastikan klaim Iran tersebut.

BACA JUGA :  Ini Negara yang Dukung Afrika Selatan, Israel Lakukan Genosida di Gaza

Pemerintah Israel juga belum memberikan konfirmasi resmi terkait laporan bahwa kantor Netanyahu menjadi sasaran serangan, termasuk kondisi terkini sang perdana menteri.

Serangan balasan Iran terjadi setelah militer Israel mengumumkan telah melakukan operasi udara besar-besaran di Teheran sehari sebelumnya.

Dalam operasi itu, Israel mengklaim berhasil menewaskan Ayatollah Khamenei, yang selama ini memegang kekuasaan tertinggi di Iran sebagai pemimpin politik sekaligus panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian pemimpin berusia 86 tahun tersebut, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan konstitusi Iran, posisi Pemimpin Tertinggi akan ditentukan oleh Majelis Pakar, sebuah dewan ulama yang memiliki kewenangan memilih dan mengawasi pemimpin negara.

BACA JUGA :  Seruan Aksi Boikot Menggema, Ini 121 Daftar Produk Israel di Indonesia

Sementara itu, pejabat keamanan Iran Ali Larijani menyatakan bahwa dewan kepemimpinan sementara akan dibentuk hingga pengganti Khamenei ditetapkan.

Sumber pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa waktu serangan Israel diduga sengaja dipilih saat Khamenei sedang mengadakan pertemuan dengan para pembantu dekatnya.

Selain Khamenei, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Abdolrahim Mousavi juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Situasi semakin memanas setelah Iran melakukan serangan balasan di sejumlah titik di kawasan Teluk. Penasihat presiden Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, mendesak Teheran untuk menahan diri dan tidak memperluas konflik ke negara-negara tetangga.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan merespons dengan kekuatan besar jika Iran kembali menyerang kepentingan AS maupun sekutunya.

BACA JUGA :  Gempuran Zionis Israel Tak Terbendung, 61.700 Anak dan Wanita di Gaza Tewas

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa Iran akan membalas serangan Israel dan Amerika Serikat dengan pukulan keras karena menganggap pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran besar terhadap garis merah Teheran.

Di tengah meningkatnya eskalasi, pusat keamanan maritim Oman juga melaporkan sebuah kapal tanker minyak diserang di dekat wilayah Musandam. Empat awak kapal dilaporkan terluka dan seluruh kru telah dievakuasi dengan selamat.

Konflik terbaru ini memicu kekhawatiran dunia internasional bahwa perang terbuka antara Iran, Israel, dan sekutu-sekutunya dapat meluas dan mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

 

Editor : Raden