NewsPeristiwa

Bentrok Sengketa Lahan di Racing Center Makassar, Tiga Kubu Saling Serang

×

Bentrok Sengketa Lahan di Racing Center Makassar, Tiga Kubu Saling Serang

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video amatir menunjukkan dua dari tiga kelompok yang berseteru terlibat aksi saling serang di lokasi sengketa lahan di kawasan Racing Center, Makassar.
Tangkapan layar video amatir menunjukkan dua dari tiga kelompok yang berseteru terlibat aksi saling serang di lokasi sengketa lahan di kawasan Racing Center, Makassar.

Rapormerah.com – Bentrok antarkelompok pecah di Jalan Prof Abdurahman Basalamah atau eks Jalan Racing Center, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Insiden saling serang ini terjadi dua malam berturut-turut di depan lokasi sengketa, tepatnya di samping Kantor PDAM Racing Center, pada Jumat dan Sabtu (24-25/7/2026) dini hari.

Peristiwa bermula saat kelompok yang berjaga di lahan tersebut diserang oleh kelompok lain yang berupaya menguasai lahan.

“Sudah dua malam bentrok, terkait lahan yang diklaim tiga pihak. Sudah dilakukan sprin pengamanan di lokasi sengketa,” ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni kepada wartawan.

BACA JUGA :  Top Up E-Money di Tol Makassar Tuai Keluhan, Sikap Petugas Dinilai Tak Ramah

Uji menjelaskan, personel Polsek dan Polrestabes Makassar sebenarnya telah mengimbau seluruh pihak yang berselisih untuk meninggalkan lokasi sejak bentrokan pertama.

Pihaknya meminta ketiga belah pihak menarik diri sambil menunggu kepastian hukum atas status lahan tersebut.

“Jadi pada saat kejadian pertama, sudah disampaikan oleh personel Polsek Panakkukang dan Unit Tahbang yang tangani perkara tersebut, agar ketiga belah pihak agar saling menarik diri dari lokasi sambil menunggu kepastian hukum lokasi tersebut,” kata Uji.

BACA JUGA :  Laporan Pengrusakan Pohon di Barombong Mandek, Polsek Disorot Tak Bernyali?

Kendati demikian, Uji mengakui imbauan tersebut tidak diindahkan.

Personel Polsek Panakkukang mendatangi lokasi setiap malam untuk membubarkan massa, namun mereka selalu kembali setelah polisi pergi.

“Mereka tidak mengindahkan, padahal setiap malam personel Polsek yang dipimpin Kapolsek langsung sudah mendatangi pihak yang melakukan pengumpulan massa di lokasi untuk membubarkan diri. Tetap sama saja, berkurang massa yang berkumpul pada saat diimbau tapi sebentar kembali lagi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Warga Toddopuli Krisis Air Bersih, Pelayanan PDAM Makassar Buruk dan Tak Responsif

Berdasarkan video yang beredar, kedua kelompok tersebut saling serang menggunakan batu hingga panah busur.

Adapun serangan pada hari kedua diduga merupakan aksi balas dendam setelah malam sebelumnya terjadi penyerangan serupa.

 

Editor : Raden