MetroNews

IPM Sulsel Kecam PDAM Palopo Diduga Adu Pelajar Lawan Mahasiswa Demo

Raden Arjuna
×

IPM Sulsel Kecam PDAM Palopo Diduga Adu Pelajar Lawan Mahasiswa Demo

Sebarkan artikel ini
Foto Kolase: Keterlibatan pelajar berseragam sekolah (peserta PKL) di area kericuhan aksi demonstrasi mahasiswa menuntut krisis air di depan kantor PDAM Kota Palopo. Keberadaan anak di bawah umur di zona konflik ini menuai kecaman keras dari IPM Sulsel.
Foto Kolase: Keterlibatan pelajar berseragam sekolah (peserta PKL) di area kericuhan aksi demonstrasi mahasiswa menuntut krisis air di depan kantor PDAM Kota Palopo. Keberadaan anak di bawah umur di zona konflik ini menuai kecaman keras dari IPM Sulsel.

Rapormerah.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengecam keras dugaan pembiaran dan pemanfaatan siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perumda Tirta Mangkaluku (PDAM) Kota Palopo.

Para pelajar sekolah tersebut diduga sengaja diposisikan di barisan depan untuk menghadapi aksi unjuk rasa mahasiswa.

Langkah membentengi kantor PDAM dengan anak-anak sekolah saat gelombang protes krisis air dinilai sebagai bentuk eksploitasi yang melanggar hukum.

IPM Sulsel menegaskan, membiarkan pelajar berada di zona konflik demonstrasi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Aturan tersebut mewajibkan pemerintah dan institusi melindungi anak dari situasi berbahaya, serta bebas dari eksploitasi politik maupun sosial.

Anggota Bidang Teknologi Informasi PW IPM Sulsel, Muhammad Akmal, menyayangkan sikap Direktur PDAM Kota Palopo yang terkesan membiarkan anak di bawah umur terseret dalam benturan dengan massa demonstran.

“Sangat disayangkan jika Direktur PDAM Kota Palopo membiarkan anak-anak sekolah dijadikan tameng hidup untuk berhadapan dengan massa mahasiswa yang menuntut hak dasar krisis air,” kata Akmal dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Akmal menekankan, manajemen PDAM seharusnya berfokus menyelesaikan persoalan krisis air dan memberikan jawaban transparan kepada masyarakat, bukan membebankan pengamanan lapangan kepada peserta PKL.

“Tugas PDAM adalah menyelesaikan krisis air dan memberikan jawaban transparansi kepada publik, bukan justru membiarkan anak di bawah umur terseret ke dalam konflik pengamanan yang membahayakan keselamatan fisik dan psikologis mereka,” lanjutnya.

Menurut IPM Sulsel, aksi mahasiswa terkait buruknya pelayanan air bersih semestinya direspons dengan ruang dialog yang sehat oleh jajaran direksi.

Pihaknya menilai tidak sepatutnya penanganan unjuk rasa justru melibatkan barikade pelajar yang sedang menempuh pendidikan praktik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PDAM Kota Palopo belum memberikan konfirmasi atau tanggapan resmi terkait tuduhan pemanfaatan pelajar PKL dalam pengamanan aksi demonstrasi tersebut.

 

Editor : Raden