Rapormerah.com – Isu mengenai prediksi gempa besar yang disebut akan terjadi pada 5 Maret 2026 ramai beredar di berbagai platform media sosial dan di grup WhatsApp.
Pesan tersebut mencatut nama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seolah-olah berasal dari pernyataan resmi lembaga tersebut.
Menanggapi kabar yang meresahkan itu, BMKG memastikan bahwa informasi yang menyebut tanggal dan waktu pasti terjadinya gempa adalah tidak benar.
Lembaga tersebut menegaskan tidak pernah mengeluarkan peringatan dini maupun prediksi spesifik terkait kejadian gempa pada 5 Maret 2026.
BMKG menjelaskan, hingga kini belum ada teknologi yang mampu menentukan secara akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa akan terjadi.
Setiap informasi yang mengklaim adanya jadwal pasti gempa dipastikan bukan berasal dari sumber resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sebagai lembaga yang berwenang, BMKG secara berkelanjutan memantau aktivitas kegempaan di seluruh Indonesia melalui jaringan sensor yang tersebar di berbagai wilayah.
Data yang terkumpul dianalisis oleh para ahli untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan ke publik telah melalui proses verifikasi ilmiah.
BMKG juga menerangkan bahwa kajian mengenai potensi gempa yang kerap dipublikasikan berbeda dengan prediksi waktu kejadian.
Kajian tersebut bertujuan memetakan tingkat kerawanan suatu daerah guna mendukung langkah mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, bukan untuk menentukan tanggal terjadinya bencana.
Masyarakat diimbau agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, terutama yang berkaitan dengan bencana alam.
Untuk memperoleh informasi resmi dan terkini seputar gempa bumi maupun peringatan dini lainnya, publik disarankan mengakses kanal komunikasi resmi BMKG.
Sikap bijak dalam memilah informasi dinilai penting agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Editor : Raden













