DaerahNews

Rehan Anak Kuli Bangunan Asal Pinrang Dapat Pengakuan Global Usai Retas NASA

×

Rehan Anak Kuli Bangunan Asal Pinrang Dapat Pengakuan Global Usai Retas NASA

Sebarkan artikel ini
Rehan Anak Kuli Bangunan Asal Pinrang Dapat Pengakuan Global Usai Retas NASA
Rehan, remaja asal Pinrang yang masuk Hall of Fame NASA usai menemukan celah sistem. (Visual latar belakang dibuat dengan AI).

Rapormerah.com – Latar belakang sebagai anak kuli bangunan tak menghalangi langkah seorang remaja asal Pinrang, Sulawesi Selatan, menembus panggung global.

Rehan (17), siswa kelas XI SMAN 8 Pinrang, mencuri perhatian usai namanya masuk dalam daftar Hall of Fame milik NASA usai menemukan celah pada salah satu sistem mereka.

Pencapaian itu terasa kontras dengan kesehariannya. Rehan tumbuh dari keluarga sederhana, dengan ayah yang bekerja sebagai kuli bangunan.

Keterbatasan fasilitas tak membuatnya mundur. Justru dari sebuah ponsel, ia mulai mengenal dunia pemrograman dan keamanan siber sejak masih duduk di bangku SMP.

Ketertarikannya berkembang menjadi keseriusan. Ia belajar secara mandiri melalui internet, mengulik berbagai materi dari mesin pencari hingga video pembelajaran. Dari sana, ia mulai memahami bagaimana sistem digital bekerja, termasuk potensi celah di dalamnya.

BACA JUGA :  Modus Mediasi, Sahar Malah Sekap dan Perkosa Istri Rekan di Pinrang

Momentum penting datang pada awal 2026, ketika Rehan mencoba mengikuti program Vulnerability Disclosure Program (VDP) yang dibuka oleh NASA.

Program tersebut memberi ruang bagi para peneliti keamanan, termasuk peretas etis, untuk melaporkan temuan kerentanan pada sistem yang diuji.

Meski harus bersaing dengan banyak peneliti dari berbagai negara, Rehan tetap mencoba. Upayanya berbuah hasil.

Rehan berhasil mengidentifikasi celah yang memungkinkan pengambilan data username dari salah satu sistem internal.

“Awalnya saya tahu ada program VDP dari NASA, lalu coba ikut. Saya menemukan celah di sistem mereka dan alhamdulillah mendapat apresiasi resmi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

BACA JUGA :  Data NPWP Jokowi Bocor, Polisi Turun Tangan

Temuan itu membuat namanya dicatat dalam Hall of Fame sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya di bidang keamanan siber. Capaian tersebut menjadi titik balik perjalanan belajarnya.

Tak hanya dari NASA, apresiasi juga datang dari berbagai institusi pendidikan internasional seperti TU Dresden di Jerman, University of Oslo di Norwegia, hingga San Diego State University di Amerika Serikat.

Di dalam negeri, sejumlah kampus seperti Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, dan Universitas Airlangga turut memberikan penghargaan.

Perjalanan Rehan tidak instan. Ia sempat memulai dari hal sederhana, seperti membuat website sendiri lewat ponsel. Seiring waktu, minatnya beralih ke keamanan siber karena dianggap lebih menantang.

BACA JUGA :  Pengguna BBM Terlantar, SPBU Bungi Disebut Paling Parah di Sulsel

Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting. Meski dengan kondisi ekonomi terbatas, orang tuanya berusaha memenuhi kebutuhan belajar, termasuk menyediakan akses internet dan laptop.

“Saya minta dukungan agar bisa lebih fokus belajar, dan alhamdulillah orang tua mendukung,” katanya.

Kini, Rehan aktif melakukan riset keamanan digital melalui praktik responsible disclosure. Ia meyakini bahwa perkembangan teknologi akan selalu diikuti potensi kerentanan yang perlu diantisipasi.

Kisahnya menjadi contoh bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Dari sebuah kamar sederhana di Pinrang, langkah kecil yang dimulai dari layar ponsel mampu membawanya ke pengakuan dunia.

 

Editor : Raden