Rapormerah.com – Langkah salah diambil Jerdi (20) saat membuntuti seorang pengendara wanita di sepanjang jalur poros Kalukku di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. (Sulbar).
Melihat calon korbannya main HP sambil mengendarai motor, niat jahat pemuda itu langsung muncul seketika.
Celakanya, tebakan pelaku meleset jauh. Wanita bernama Isna (21) yang ponselnya dirampas justru langsung tancap gas mengejar pelaku, lalu melayangkan satu tendangan keras yang bikin motor sang jambret jatuh tersungkur.
Insiden ini terjadi di jalan poros Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Jumat malam (30/10/2026).
Jerdi sama sekali tidak menyangka bakal kena batu usai mengincar korban yang punya jurus bela diri.
“Korban diketahui seorang atlet pencak silat berprestasi tingkat nasional,” ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir kepada wartawan, Sabtu (31/10/2026).
Sebelum kejadian, Isna melaju menaiki sepeda motor sambil memegang ponselnya di tengah rintik gerimis dan jalanan yang sepi.
Kondisi ini dimanfaatkan pelaku untuk membuntuti dari belakang dan merebut gawai tersebut secara mendadak.
“Handphone jenis iPhone 12 milik korban dirampas,” ungkapnya.
Tak mau tinggal diam, Isna langsung tancap gas mengejar pelaku yang mencoba melarikan diri.
“Tidak tinggal diam, korban melakukan perlawanan, dia buru sekitar 20 meter,” terang Herman.
Jarak sependek itu dimaksimalkan korban. Sembari tetap mengendalikan motornya, Isna langsung melepaskan tendangan telak ke arah pelaku.
“Dengan satu tendangan, korban membuat terduga pelaku bersama sepeda motor yang digunakannya terjatuh,” ujarnya.
Pelaku yang jatuh dari motor tak bisa lagi berkutik. Isna dibantu warga sekitar yang langsung memergoki kejadian tersebut langsung mengamankan pelaku di lokasi, sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.
“Terduga pelaku aksi jambret telah diamankan,” kata Herman.
Kini Jerdi sudah mendekam di sel tahanan Mapolresta Mamuju untuk diperiksa lebih lanjut.
Kepolisian mengapresiasi keberanian korban, namun tetap mengingatkan warga untuk tidak gegabah saat menghadapi situasi berbahaya.
“Masyarakat tetap diimbau agar mengutamakan keselamatan diri dan tidak memaksakan perlawanan apabila menghadapi situasi yang membahayakan jiwa,” pungkasnya.
Editor : Raden













