NewsViral

Viral, Guru SD di Jeneponto Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid Berujung Saling Lapor

×

Viral, Guru SD di Jeneponto Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid Berujung Saling Lapor

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video memperlihatkan seorang guru berhijab dijambak dan diserang sejumlah orang tua murid di lingkungan sekolah, Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Tangkapan layar video memperlihatkan seorang guru berhijab dijambak dan diserang sejumlah orang tua murid di lingkungan sekolah, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Rapormerah.com – Seorang guru SD wanita berinisial NU (59) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menjadi sasaran penyerangan di lingkungan sekolah.

Peristiwa tersebut viral di media sosial dan berujung saling lapor polisi antara guru dan orang tua murid.

Dalam rekaman video beredar, guru berinisial NU terlihat dijambak dan dikeroyok oleh tiga orang yang diduga merupakan orang tua murid.

Aksi itu konon berakar dari tindakan pembinaan atau pendisiplinan yang diberikan guru kepada anak mereka.

“Memang betul ada dua laporan masuk. Yang pertama itu kekerasan yang dilakukan orang tua siswa kepada guru. Terus orang tua murid dia melapor juga tentang dugaan kekerasan yang dilakukan oleh gurunya,” ujar Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa, kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

BACA JUGA :  ASN Samsat Jeneponto Ribut dengan Polisi di Tempat Karaoke, Gegara LC dan Miras

NU tercatat datang lebih dulu ke kantor polisi untuk melaporkan penganiayaan yang dialaminya.

Dari keterangan yang diperoleh, benih perselisihan muncul setelah orang tua mendengar anaknya menerima tindakan pembinaan dari sang guru.

“Informasinya anaknya ini diberikan semacam pembinaan entah itu diberikan disiplin atau dicolek sehingga anak ini melapor ke ibunya dan ibunya mendatangi dan ibunya melakukan penganiayaan saat itu,” beber Nurman.

BACA JUGA :  Tambang Ilegal di Jeneponto Kembali Menggeliat, Warga Curiga Ada Pembiaran

Tak lama setelah itu, giliran para orang tua yang melaporkan balik. Mereka menduga anak-anak mereka mengalami kekerasan dari guru. Polisi pun belum dapat memastikan kebenaran dugaan itu dan masih terus mengumpulkan keterangan serta bukti.

“Mereka ini saling lapor. Meski saling lapor, kita ini harus dalami dulu apa memang terjadi kekerasan anak yang dilakukan guru atau bagaimana,” ungkap Nurman.

“Belum terfaktakan, makanya saya sampaikan ini sementara dalam pengumpulan keterangan, alat bukti, dan barang bukti,” tegasnya.

Penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait masih berjalan. Hasil pendalaman nantinya menjadi dasar penentuan langkah hukum dalam kasus tersebut.

BACA JUGA :  Tolak Lebaran di Kampung Mertua, Istri di Jeneponto Ditikam Suami

“Sementara proses lidik pemeriksaan dan barang bukti alat bukti kita rampungkan dulu setelah itu baru saya berani memberikan keterangan terkait sejauh mana penanganan yang dilakukan anggota saya,” pungkasnya.

Guru yang mengenakan pakaian putih itu dikeroyok hingga jilbabnya terlepas. Seorang pria yang berada di lokasi kemudian melerai penyerangan tersebut. Seluruh kejadian disaksikan sejumlah siswa.

Para pelaku sempat berusaha mendekat kembali untuk menyerang, namun dihalau warga lain yang ada di lokasi.

 

Editor : Raden