NewsSorot

SPBU Pettuadae Jadi Biang Kerok Antrean Truk, Pertamina Gagal Pengawasan

×

SPBU Pettuadae Jadi Biang Kerok Antrean Truk, Pertamina Gagal Pengawasan

Sebarkan artikel ini
Antrean truk pengangkut barang dan material terlihat memenuhi area SPBU Pettuadae, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat menunggu pengisian solar subsidi. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung berbulan-bulan dan memicu kemacetan akibat kendaraan yang kerap memakan badan jalan.
Antrean truk pengangkut barang dan material terlihat memenuhi area SPBU Pettuadae, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat menunggu pengisian solar subsidi. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung berbulan-bulan dan memicu kemacetan akibat kendaraan yang kerap memakan badan jalan.

Rapormerah.com – SPBU Pettuadae, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi biang kerok antrean truk yang memadati badan jalan.

Pemandangan ini bukan lagi kejadian sesaat, melainkan masalah yang dibiarkan berlarut-larut hingga membuat warga yang melintas merasa terganggu.

Antrean kendaraan besar tersebut praktis menyempitkan akses jalan utama. Pengendara terpaksa berbagi ruang sempit.

Sementara mobilitas warga dan arus distribusi barang sering kali terhambat akibat tumpukan truk yang tak kunjung terurai.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar bagi masyarakat. Banyak yang menduga ada masalah dalam tata kelola distribusi, atau bahkan praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang tidak pernah tersentuh pengawasan.

BACA JUGA :  HmI Badko Sulselbar Desak Penghentian Operasi Bajaj Tak Berizin di Makassar, Gowa, dan Maros

Sekretaris APKAN RI Kabupaten Maros, Hadi, menilai pihak Pertamina kurang serius menangani masalah ini.

Hadi menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya menjadi pihak yang terus-menerus dirugikan oleh antrean yang tak berkesudahan.

“Jika masalahnya ada pada keterbatasan pasokan, pemerintah dan Pertamina harus terbuka kepada publik mengenai penyebab dan solusinya,” kata Hadi dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

Menurut Hadi, Pertamina tidak bisa hanya memantau dari jauh tanpa langkah nyata di lapangan. Ia menuntut pengawasan yang lebih ketat agar distribusi solar subsidi benar-benar sampai ke pihak yang tepat, bukan justru menjadi penyebab kemacetan.

BACA JUGA :  Proyek Jalan Salomatti-Wanuwaru di Maros Diduga Langgar K3 dan Pakai BBM Subsid

“Sudah saatnya ada tindakan nyata, bukan sekadar menunggu masalah ini menjadi semakin besar,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Communication Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya, menyatakan pihaknya memahami keluhan masyarakat terkait antrean di sejumlah SPBU, termasuk di Maros.

Okky mengklaim bahwa secara umum, stok dan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi masih dalam kondisi aman dan tidak ada pengurangan kuota.

“Secara umum stok dan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi dalam kondisi aman dan tidak terdapat pengurangan kuota,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Lawan Putusan Cacat, Budiman S Tempuh Kasasi Perkara 3297/K/PDT/2026

Okky menjelaskan, antrean yang terjadi dipicu oleh tingginya permintaan di jam tertentu, perubahan pola konsumsi, serta proses verifikasi melalui sistem Subsidi Tepat.

Pihaknya juga mengklaim terus berupaya melakukan optimalisasi distribusi dan pengawasan bersama aparat.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk segera melapor ke Pertamina Contact Center 135 jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.

Kendati demikian, di lapangan, warga Maros justru berharap solusi yang lebih konkret daripada sekadar imbauan, agar akses jalan di Pettuadae bisa kembali lancar tanpa terganggu antrean truk.

 

(HER/RD)