DaerahNews

Penanganan Kasus Korupsi Bola Soba Dinilai Tak Becus, Kapolres Bone Disomasi

×

Penanganan Kasus Korupsi Bola Soba Dinilai Tak Becus, Kapolres Bone Disomasi

Sebarkan artikel ini
Proyek Bola Soba mangkrak, gerbang kawasan wisata dan budaya Kabupaten Bone tampak tertutup seng proyek, menandakan pembangunan yang belum rampung dan terhenti dalam waktu lama.
Proyek Bola Soba mangkrak, gerbang kawasan wisata dan budaya Kabupaten Bone tampak tertutup seng proyek, menandakan pembangunan yang belum rampung dan terhenti dalam waktu lama.

Rapormerah.com – Kapolres Bone dilayangkan somasi oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Tim Advokasi Bola Soba pada Jumat (27/3/2026).

Somasi tersebut dilayangkan karena penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan situs budaya Bola Soba dinilai tidak menunjukkan perkembangan berarti sejak dilaporkan pada tahun 2023.

Tim Advokasi Bola Soba dalam somasinya mendesak pihak kepolisian agar segera menuntaskan penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan situs budaya yang berada di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tersebut.

Tim Advokasi Bola Soba menilai proses penanganan perkara berjalan lambat dan tidak memberikan kepastian hukum.

BACA JUGA :  Korupsi Dana DAK SMPN 2 Sungguminasa Terkuak, Sekdis Gowa Diduga Beri Persetujuan Ilegal

Langkah somasi ini disebut sebagai bentuk kegelisahan publik terhadap kondisi salah satu situs cagar budaya penting di Kabupaten Bone yang hingga kini terbengkalai.

Proyek yang awalnya diharapkan menjadi pusat pelestarian sejarah dan budaya Bone justru mangkrak tanpa kejelasan penyelesaian, baik dari sisi pembangunan maupun penanganan hukum.

Ketua LSM Lamellong, Muhammad Rusdi, mengatakan bahwa laporan dugaan korupsi proyek Bola Soba telah dimasukkan ke Polres Bone sejak tiga tahun lalu.

Sayangnya, hingga memasuki tahun 2026, pihaknya menilai belum ada perkembangan signifikan dalam penanganan kasus tersebut.

BACA JUGA :  Hotel MaxOne dan Disdik Makassar Dituding Kolusi, Bungkam Seribu Bahasa!

“Kasus ini sudah terlalu lama. Kami tidak melihat adanya progres yang signifikan dari pihak kepolisian,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Diketahui, proyek pembangunan Bola Soba menelan anggaran sekitar Rp10,7 miliar dan dikerjakan oleh CV Megah Jaya.

Berdasarkan kontrak kerja, proyek tersebut seharusnya rampung pada akhir Juni 2023. Namun fakta di lapangan menunjukkan pekerjaan terhenti di tengah jalan dan menyisakan bangunan yang belum selesai.

Tim Advokasi Bola Soba menilai lambannya penanganan perkara ini berpotensi merugikan kepentingan publik, khususnya dalam upaya pelestarian situs budaya yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Bone.

BACA JUGA :  Prabowo Subianto Ungkap Rp39 Triliun Dana Tak Bertuan Mengendap di Bank

Melalui somasi tersebut, tim advokasi juga memberikan tenggat waktu kepada aparat penegak hukum untuk menunjukkan langkah konkret dalam penanganan kasus dugaan korupsi tersebut.

Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada perkembangan, mereka menyatakan akan menempuh langkah hukum lanjutan, termasuk melaporkan dugaan kelambanan penanganan perkara ke institusi yang lebih tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Bone belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek Bola Soba tersebut.

 

Editor : Raden