HukrimNews

Testimoni Diduga Palsu di Instagram Bikin Tergoda, Siswi SMP Makassar Tertipu Akun FF

×

Testimoni Diduga Palsu di Instagram Bikin Tergoda, Siswi SMP Makassar Tertipu Akun FF

Sebarkan artikel ini
Testimoni Diduga Palsu di Instagram Bikin Tergoda, Siswi SMP Makassar Tertipu Akun FF
Tangkapan layar akun media sosial yang diduga terkait transaksi pembelian akun game yang dilaporkan oleh korban.

Rapormerah.com – Niat hati ingin mendapatkan akun game Free Fire (FF) dengan harga miring, seorang siswi SMP berinisial AQ (14) di Makassar justru mengaku mengalami kerugian setelah bertransaksi melalui Instagram.

Uang ratusan ribu rupiah yang telah dikirimkan untuk membeli akun game tersebut hingga kini belum berbuah hasil.

Akun yang dijanjikan tidak kunjung diterima, sementara pihak penjual disebut tidak lagi merespons pesan korban.

Peristiwa ini bermula ketika AQ menemukan sebuah akun Instagram yang menawarkan akun Free Fire dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran.

Akun tersebut juga menampilkan sejumlah testimoni dan bukti transaksi yang dinilai meyakinkan sehingga membuat korban tertarik untuk melakukan pembelian.

BACA JUGA :  Laporan Mengendap, Oknum Polisi Diduga Terlibat Penggelapan 10 Mobil Rental di Makassar

“Saya melihat akun itu menawarkan akun Free Fire dengan harga murah dan terlihat meyakinkan. Karena itu saya tertarik untuk membeli,” ujar AQ kepada media ini, Minggu (31/5/2026).

Tergiur dengan penawaran tersebut, AQ kemudian berkomunikasi melalui pesan pribadi dengan pihak penjual.

Dalam percakapan itu, korban ditawari akun Free Fire dengan harga berkisar Rp150.000 hingga Rp300.000.

Setelah mencapai kesepakatan, korban melakukan pembayaran melalui transfer elektronik ke rekening atau nomor yang diberikan penjual.

Sialnya, setelah pembayaran dilakukan, akun game yang dijanjikan disebut tidak pernah diterima.

Menurut pengakuan korban, pihak penjual sempat memberikan respons setelah pembayaran masuk.

BACA JUGA :  Hati-hati! Skincare Abal-abal SW Glow’s Bertebaran di Makassar

Sayangnya, komunikasi kemudian mulai terhambat hingga akhirnya tidak lagi membalas pesan yang dikirimkan korban.

Meski merasa kecewa, pihak keluarga hingga kini belum menempuh jalur hukum. Mereka masih berharap adanya itikad baik dari pihak yang menerima pembayaran untuk mengembalikan uang yang telah dikirimkan.

“Kami hanya berharap uang anak kami bisa dikembalikan. Semoga ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik,” ujar orang tua korban.

Keluarga juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi daring, khususnya melalui media sosial yang tidak memiliki sistem perlindungan transaksi yang jelas.

Orang tua korban juga mengingatkan pentingnya memverifikasi identitas dan reputasi penjual serta tidak mudah tergiur oleh harga yang jauh di bawah pasaran.

BACA JUGA :  Polisi Tetapkan 16 Tersangka Buntut Penyerangan Kampus Swasta di Makassar

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa transaksi digital, termasuk jual beli akun game, memiliki risiko apabila dilakukan tanpa mekanisme keamanan yang memadai.

Pendampingan orang tua terhadap aktivitas digital anak juga dinilai penting untuk membantu mencegah kejadian serupa.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak penjual untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi.

Redaksi juga telah menerima sejumlah bukti percakapan dan bukti transaksi dari korban, namun kebenaran seluruh informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

 

Editor : Raden